1. Kepuasan Pelanggan
Artinya bahwa kebutuhan konsumen harus dipandang dari apa saja yang akan membuat mereka puas jika mereka memperolehnya. Berkaitan dengan ini, orang memunculkan Model Kano, yang membagi atribut kepuasan dalam 4 kelompok atribut, yaitu:
Artinya bahwa kebutuhan konsumen harus dipandang dari apa saja yang akan membuat mereka puas jika mereka memperolehnya. Berkaitan dengan ini, orang memunculkan Model Kano, yang membagi atribut kepuasan dalam 4 kelompok atribut, yaitu:
- Atribut Must Haves (Harus Ada).
Yaitu atribut yang jika dipenuhi konsumen belum tentu puas tapi jika tidak ada maka konsumen akan kecewa, karena ini adalah atribut yang memang harus ada. Mungkin hampir semua pesaing telah memenuhi kebutuhan pada atribut ini, kalau kita tidak maka konsumen akan kecewa. - Atribut Satisfiers (Pemicu Kepuasan).
Yaitu tingkat kepuasan konsumen akan tergantung dari pemenuhan kita terhadap atribut ini, jika kita penuhi dengan sempurna maka konsumen akan sangat puas tapi jika kita tidak penuhi maka konsumen akan sangat kecewa. - Atribut Delighters (Menyenangkan).
Yaitu atribut yang jika kita penuhi maka konsumen akan sangat puas tapi jika kita tidakpenuhi konsumen tidak kecewa. - Atribut Irrelevants (Tidak Relevan).
Yaitu atribut yang saat ini tidak relevan bagi konsumen karena bukan merupakan atribut yang sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.
2. Buying Value
Yaitu bahwa kebutuhan konsumen harus dipandang dari apa saja yang akan membuat mereka membeli produk kita. Dengan demikian kita akan fokus terhadap benefit apa yang konsumen cari sehingga mereka akan dan mau membeli produk kita. Demikianlah, dengan mengetahui konsep USP (Unique Selling Proposition) di atas, kita dapat semakin tajam dalam melengkapi keseluruhan proses perencanaan pemasaran yang akan kita buat.
Yaitu bahwa kebutuhan konsumen harus dipandang dari apa saja yang akan membuat mereka membeli produk kita. Dengan demikian kita akan fokus terhadap benefit apa yang konsumen cari sehingga mereka akan dan mau membeli produk kita. Demikianlah, dengan mengetahui konsep USP (Unique Selling Proposition) di atas, kita dapat semakin tajam dalam melengkapi keseluruhan proses perencanaan pemasaran yang akan kita buat.
0 komentar:
Posting Komentar