Evaluasi adalah penerapan prosedur ilmiah yang sistematis untuk menilai rancangan dan menyajikan informasi dalam rangka pengambilan keputusan terhadap implementasi dan efektifitas suatu produk.

Model evaluasi CIPP adalah model evaluasi yang terdiri dari empat komponen evaluasi yaitu Context, Input, Process, dan Product (CIPP).  Berikut ini langkah-langkah evaluasi produk:
Evaluasi context menentukan kebutuhan dan masalah-masalah untuk menetapkan tujuan. Evaluasi konteks merupakan need assesment kebutuhan pengembangan produk di perusahaan. Sasaran evaluasi mencakup permasalahan yang dihadapi para pembuat produk/produsen, seperti: sulitnya mencari pelanggan tetap dan mencari lokasi yang strategis.

Evaluasi input berfokus pada pengumpulan informasi input yang penting seperti pelaksanaan rencana kegiatan, sumber daya (SDM, bahan baku, keuangan), penyediaan sarana, penyediaan biaya efektif untuk penyiapan kebutuhan dan pencapaian tujuan.

Evaluasi process (dapat disebut monitoring) berkenaan dengan kajian seberapa jauh pelaksanaan operasional produk yang telah berjalan secara efektif, menilai pelaksanaan rencana, kemudian membantu pengguna menilai kinerja produk, dan membuat penafsiran hasilnya.

Evaluasi product yakni evaluasi keluaran (output) yakni mengidentifikasi dan menilai hasil baik jangka pendek dan jangka panjang. Evaluasi keluaran terarah pada hasil langsung (direct) program. Kinerja SDM dan efektivitas produk yang teramati pada akhir implementasi program akan dinilai pada tahap ini.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat dikemukakan bahwa dalam proses evaluasi dapat dilakukan dari dua sisi yaitu evaluasi proses dan evaluasi produk.  Kedua hasil evaluasi ini akan membantu pengembang dan pengguna produk untuk melihat hasil yang dicapai dari produk tersebut, kendala dan hambatan yang ditemukan dalam penerapan produk, kelemahan dan keunggulan untuk pengembangan lebih lanjut.

Perencanaan produk adalah proses menciptakan ide produk dan menindaklanjuti sampai produk diperkenalkan ke pasar. Selain itu, perusahaan harus memiliki strategi cadangan apabila produk gagal dalam pemasarannya. Termasuk diantaranya ekstensi produk atau perbaikan, distribusi, perubahan harga dan promosi.
Kesuksesan ekonomi suatu perusahaan manufaktur tergantung kepada kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara cepat menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya yang rendah. Hal ini bukan merupakan tanggung jawab bagian pemasaran, bagian manufaktur, atau bagian desain saja, melainkan merupakan tanggung jawab yang melibatkan banyak fungsi yang ada di perusahaan. Metode pengembangan produk berdasarkan kepada permintaan atau persyaratan serta spesifikasi produk oleh customer adalah metode yang cukup baik, karena dengan berbasis keinginan customer maka kemungkinan produk tersebut tidak diterima oleh customer menjadi lebih kecil.
Dari sudut pandang investor pada perusahaan yang berorientasi laba, usaha pengembangan produk dikatakan sukses jika produk dapat diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba.Namun laba seringkali sulit untuk dinilai secara cepat dan langsung.


Kunci pertumbuhan dan kelangsungan hidup perusahaan adalah dengan mengembangkan produk dan perbaikan produk secara terus-menerus, jika tidak perusahaan berisiko kehilangan pasar. Gambar 2.1.1 adalah langkah-langkah dalam perancangan produk sampai proses produksi
Pokok-pokok dalam proses perancangan produk, adalah sebagai berikut.
1.      Rancangan pendahuluan yaitu proses pengembangan ide-ide, baik dari pasar maupun teknologi.
2.      Mengidentifikasi mana ide yang terbaik. Untuk dapat mengembangkan sebuah ide menjadi sebuah produk baru, ide-ide tersebut harus memenuhi beberapa pengujian/analisis, seperti:
·         Potensi pasar,
·         Kelayakan dari segi keuangan,
·         Kesesuaian operasi, dan
·         Produk memungkinkan untuk diproduksi. Untuk spesifikasi desain yang satu ini, dibutuhkan informasi mengenai :
o    Teknologi
o    Data pengendalian kualitas
o    Tata cara pengujian penampilan produk
o    Dan sebagainya.
3.      Merancang prototipe, yaitu bentuk tiruan yang menyerupai produk akhir.
4.      Membuat sejumlah prototipe
5.      Melakukan pengujian pasar terhadap prototipe, tujuannya untuk :
·         Mengumpulkan data kuantitatif tanggapan pelanggan mengenai produk tersebut.
·         Mengetahui penampilan teknis produk yang bersangkutan.
·         Melakukan perubahan-perubahan terhadap prototipe sesuai dengan hasil pengujian yang telah dilakukan.
6.      Melakukan produksi awal , perancangan alat, dan penginstalan peralatan
7.      Melakukan pengujian lebih lanjut untuk memastikan penampilan produk akhir.
8.      Proses produksi

Dalam melakukan perancangan produk, terdapat kendala-kendala, antara lain:
1.      Ide-ide yang muncul dalam perancangan produk baru sangat kurang
2.      Persaingan pasar sangat ketat, sehingga perusahaan harus bisa menghasilkan produk yang berkualitas dan bernilai jual tinggi.
3.      Harus memperhatikan keselamatan konsumen. Konsumen harus dilindungi dari keamanan pemakaian produk dan akibat dari proses produksi, misal pencemaran lingkungan.
4.      Biaya dalam perancangan produk baru sangat besar. Produk baru merupakan hasil dari sejumlah penelitian, pengujian, dan pengembangan produk, sehingga akan membutuhkan dana yang besar.
Jakarta 21 Februari 2020-

Promosi adalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa pada dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya. Dengan adanya promosi, produsen atau distributor mengharapkan kenaikannya angka penjualan

Tujuan Promosi
Tujuan promosi di antaranya adalah:
      1.   Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial
      2.   Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit/laba
3.   Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan
4.   Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar
5.   Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing
6.   Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.
Mengubah tingkah laku dan pendapat konsumen

Cara Promosi
Beberapa cara untuk melakukan promosi adalah:
1.   Melalui E-mail;
2.   Melalui SMS;
3.   Melalui pembicaraan;
4.   Melalui Iklan;
5.   Melalui Media sosial;
6.   dan sebagainya.
Contoh promosi antara lain:
1.   Pasang iklan di tv mengenai produk baru perusahaan X.
2.   Kirim 5 sms, dapat 10 sms gratis ke semua operator.
3.   Beli kaos kaki seharga Rp. 30.000,00 dapat 2 kaos kaki gratis.
4.   Diskon 50% bagi produk tertentu di Department Store.
5.   Beli coklat malam hari dapat segelas teh gratis.
Jakarta 21 Februari 2020 -Konsumen adalah setiap orang pemakai barang / jasa di dunia wirausaha. Tahukah anda ketika anda menjadi produsen ada hal hal yang perlu di ketahui tentang kebutuhan konsumen ? apa saja ?

1. Kepuasan Pelanggan

Artinya bahwa kebutuhan konsumen harus dipandang dari apa saja yang akan membuat mereka puas jika mereka memperolehnya. Berkaitan dengan ini, orang memunculkan Model Kano, yang membagi atribut kepuasan dalam 4 kelompok atribut, yaitu:
  • Atribut Must Haves (Harus Ada).
    Yaitu atribut yang jika dipenuhi konsumen belum tentu puas tapi jika tidak ada maka konsumen akan kecewa, karena ini adalah atribut yang memang harus ada. Mungkin hampir semua pesaing telah memenuhi kebutuhan pada atribut ini, kalau kita tidak maka konsumen akan kecewa.
  • Atribut Satisfiers (Pemicu Kepuasan).
    Yaitu tingkat kepuasan konsumen akan tergantung dari pemenuhan kita terhadap atribut ini, jika kita penuhi dengan sempurna maka konsumen akan sangat puas tapi jika kita tidak penuhi maka konsumen akan sangat kecewa.
  • Atribut Delighters (Menyenangkan).
    Yaitu atribut yang jika kita penuhi maka konsumen akan sangat puas tapi jika kita tidakpenuhi konsumen tidak kecewa.
  • Atribut Irrelevants (Tidak Relevan).
    Yaitu atribut yang saat ini tidak relevan bagi konsumen karena bukan merupakan atribut yang sesuai dengan kebutuhan konsumen saat ini.


2. Buying Value
Yaitu bahwa kebutuhan konsumen harus dipandang dari apa saja yang akan membuat mereka membeli produk kita. Dengan demikian kita akan fokus terhadap benefit apa yang konsumen cari sehingga mereka akan dan mau membeli produk kita. Demikianlah, dengan mengetahui konsep USP (Unique Selling Proposition) di atas, kita dapat semakin tajam dalam melengkapi keseluruhan proses perencanaan pemasaran yang akan kita buat.